Kamis, 05 Februari 2009

Karang Taruna Masih Sangat Di Butuhkan

PADANG, KOMPAS--Pembina Karang Tarunan Nasional yang juga Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menegaskan, keberadaan karang taruna (KT) dewasa ini sangat dibutuhkan. Sama halnya dengan dibutuhkannya pemuda mengusir penjajah dahulunya. Sekarang penjajah gaya baru yang harus ditumpas pemuda dari Karang Taruna adalah kemiskinan.

"Karang taruna menduduki posisi penting, karena sangat dekat dengan masyarakat level terbawah, masyarakat akar rumput. Karang taruna harus mampu menjadi agen pembaruan, agen pencerahan dalam pembangunan memberantas kemiskinan," kata Bachtiar Chamsyah, ketika mencanangkan Bulan Bakti dan Studi Karya Bakti Karang Taruna Tingkat Nasional di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/11) petang.

Peran lain yang bisa diambil karang taruna adalah jadi motivator, inisiator dalam pembangunan dan katalisator keserasian sosial. Karang taruna adalah juga wadah pemupukan karakter bangsa, yang jika dikembangkan secara kreatif akan merupakan kekuatan dahsyat bangsa Ini.

"Karang taruna adalah organisasi sosial yang tidak termasuk salah satu kekuatan sosial politik. Karena itu jangan jadikan karang taruna kendaraan politik untuk mencapai ambisi pribadi," tandas Bachtiar Chamsyah.

Sebagai organisasi sosial, karang taruna siaga telah melatih 10.000 orang pemuda karang taruna. Ini akan sangat bermanfaat dan berarti karena daerah kita rawan bencana tsunami, banjir, gampa, dan tanah longsor. "Karang taruna adalah potensi besar untuk bisa menanggulangi masalah-masalah besar bangsa ini," ungkap Pembina Karang Taruna Nasional ini.

Dalam Pencanangan Bulan Bakti dan Studi Karya Bakti Karang Taruna Tingkat Nasional itu, Mensos Bachtiar Chamsyah juga menyerahkan piagam penghargaan Kesetiakawanan Nasional, sebagai Pembina Karang Taruna Terbaik Nasional.

Piagam diberikan kepada tiga gubernur, yakni Gamawan Fauzi (Sumbar), Lalu Serinata (NTB) dan Gubernur Malaku Utara, Thahib Armyn. Juga kepada 30 bupati/wali kota di Indonesia, antara lain Fauzi Bahar (Kota Padang), Gusmal (Kabupaten Solok), Shadiq P (Kabupaten Tanahdatar), Musthafa Glanggang (Kabupaten Biruen), Monang Sitorus (Kabupaten Toba Samosir), dan Edi Sutrisno (Kota Bandarlampung).

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, mengatakan, sebagai organisasi sosial kepemudaan yang mempunyai jaringan hingga ke tingkat bawah, karang taruna harus bisa menjadi mediator dan motivator dalam pembangunan.

"Karang taruna merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini. Karena itu, pemuda karang taruna harus mempunyai tekad dan keinginan untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa," katanya.

Ketua Karang Taruna Nasional, Dodi Susanto mengatakan, saat ini tergabung sedikitnya 12 juta pemuda ke dalam wadah karang taruna, yang tersebar di 600 ribu desa di 32 provinsi.

"Dalam usianya yang sudah 46 tahun, karang taruna harus mampu memperkuat dan menjadi perekat negara kesatuan Republik Indonesia. Karang taruna harus mempererat kebersamaan dalam mewujudkan kejayaan bangsa Indonesia," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar